Tue. Dec 18th, 2018

Apakah Anda Masih Membuat Invoice Melalui Excel? Yuk Belajar Menggunakan Aplikasi Online!

Apakah Anda Masih Membuat Invoice Melalui Excel? Yuk Belajar Menggunakan Aplikasi Online!

Invoice merupakan suatu dokumen yang dikirimkan ke klien atau konsumen sebagai penagihan pembayaran yang dilakukan secara formal. Invoice ini menyediakan dokumen berisikan data untuk memberi tahu kepada klien mengenai jumlah pembayaran yang harus dibayarkan sebelum jatuh tempo. Membuat invoice ada beragam cara. Ada yang membuat invoice dengan cara manual, menggunakan excel atau bahkan menggunakan aplikasi. Berikut cara membuat invoice menggunakan excel.

Apakah Anda Masih Membuat Invoice Melalui Excel? Yuk Belajar Menggunakan Aplikasi Online!
Apakah Anda Masih Membuat Invoice Melalui Excel? Yuk Belajar Menggunakan Aplikasi Online!

Membuat Invoice Menggunakan Excel

Membuat invoice menggunakan microsoft excel memiliki beberapa langkah. Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah menyediakan worksheet yang berjumlah 3 buah. Untuk sheet pertama berisi form invoice yang nantinya akan dicetak. Sheet kedua berisikan data master customer dengan tujuan kemana Anda akan memberikan invoice tersebut. Yang terakhir adalah sheet ketiga berisikan master barang yang akan dijual kepada para customer.

Pada sheet yang pertama user mengisikan berbagai data yaitu nomor invoice, tanggal invoice, nama customer dan nomor order. User mengisikan data nama customer pada cell C11. Setelah nama customer telah Anda isi dari pilihan combo box, maka data mengenai alamat, kota dan nomor telepon dari customer akan muncul secara otomatis pada cell C12, C13 dan C14. Karena pada cell-cell itu sudah diisi dengan rumus VLOOKUPyang nantinya akan mencari data mengenai alamat, kota dan nomor telepon sesuai data nama customer yang terdapat pada cell C11.

Pada cell C11 aturlah data validation  berupa daftar yang diisi dengan source =NAMA_CUSTOMER. Source NAMA_CUSTOMER merupakan Define Name yang diatur berisi range mulai dari A2 sampai dengan A6 dari sheet customer. Rumus yang terdapat pada cell C12 yaitu=IF(ISNA(VLOOKUP($C$10,MASTER_CUSTOMER,2,FALSE)),””,VLOOKUP($C$10,MASTER_CUSTOMER,2,FALSE))

Fungsi IF yang terdapat pada rumus di atas yaitu untuk mencegah munculnya #N/A jika rumus VLOOKUP yang ada tidak berhasil menemukan data yang ingin dicari. Nama array MASTER_CUSTOMER merupakan define name yang merujuk kepada sheet Customer pada range A2 sampai dengan D6.

Pada cell A16 sampai dengan A27 diatur validasi daftar dengan source =BARANG yang nantinya merujuk kepada define name BARANG yang akan merefer pada sheet Barang dengan range A2 sampai dengan A18. Jika user memutuskan untuk memilih barang dari combo box, maka pada kolom satuan nantinya akan muncul satuan barang yang sesuai dengan tabel barang pada sheet barang.

Pada kolom satuan Anda isi dengan rumus =IF(ISNA(VLOOKUP(A16,MASTER_BARANG,2,FALSE)),””,VLOOKUP (A16,MASTER_BARANG,2,FALSE)) yang kemudian akan mengisi kolom satuan dengan data satuan pada define name yang bernama MASTER_BARANG. Define name MASTER_BARANG merupakan referensi dari sheet Barang range A2 sampai dengan C18.

Selain data satuan yang telah terisi secara otomatis setelah user mengisi data terkait nama barang, maka harga juga akan terisi secara otomatis karena pada kolom harga juga telah diisi rumus VLOOKUP yang akan mencari harga suatu barang berdasarkan nama barang yang telah diisi pada kolom nama barang. Sedangkan kolom total yaitu hasil perkalian yang ada pada kolom jumlah barang dengan harga satuan.

Membuat invoice menggunakan excel sedikit ribet dengan rumus-rumus khususnya. Apakah Anda masih membuat invoice melalui excel? Mulai sekarang yuk belajar menggunakan aplikasi online yaitu paper. Aplikasi ini akan mempermudah Anda ketika akan membuat invoice.