Tue. Dec 18th, 2018

Kekayaan Adat Sulawesi Selatan

Kekayaan Adat Sulawesi Selatan

Tidak hanya jauh dari keramaian, daerah ini pula penuh akan kekayaan budaya sebagai lambang buat suku itu Salah satunya kekayaan yang paling terkenal ialah Rumah Tongkonan. Menurut pangamatan dari kontraktor rumah terbaik Salah satu fakta mengapa rumah kebiasaan ini terkenal ialah model aritektur yang unik.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, bahwa tongkonan pertama itu dibuat oleh Puang Matua atau sang pencipta di surga. Dahulu cuma bangsawan yang memiliki hak membuat tongkonan. Tidak hanya itu, rumah adat tongkonan tidak bisa dipunyai dengan cara individu tetapi diwariskan dengan turun-temurun oleh marga suku Toraja.

Sebelumnya Tongkonan berubah dari yang sebelumnya menjadi pusat pemerintahan, kekuasaan adat sekaligus juga perkembangan strata kehidupan sosial budaya penduduk Toraja. Tetapi bersamaan perubahan zaman, sekarang ini Tongkonan memiliki manfaat sosial budaya yang bertingkat-tingkat di penduduk setempat.

kontraktor rumah terbaik

Rumah adat sulawesi selatan adalah satu diantaranya kebudayaan lokal yang telah diketahui oleh dunia. Nama rumah adat sulawesi selatan ialah rumah adat tongkonan. mungkin karena keunikan rumah adat tongkonan ini begitu unik membuatnya dapat diketahui oleh dunia.
Rumah adat Tongkonan dibuat selama tiga bulan dengan sepuluh pekerja seperti yang di ulas dari kontraktor rumah terbaik. Lalu ditambah proses mengecat serta dekorasi sebulan selanjutnya. Tiap-tiap sisi tongkonan melambangkan kebiasaan serta kebiasaan penduduk Toraja.

Tongkonan adalah rumah adat penduduk Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang berarti duduk bersama atau tempat duduk. Riwayat penamaan Tongkonan lantaran dulu beberapa bangsawan Toraja senang bergabung di satu tempat untuk berdiskusi.
Menurut pengamatan kontraktor rumah terbaik tentang bangunan tersebut. Dilihat dari bentuknya, Tongkonan mempunyai atap melengkung serupa dengan perahu. Atap itu umumnya terbuat dari bambu, tetapi sekarang ini banyak yang berubah ke atap seng karena sebagai bahan alternatif selain bambu. Dibagian depan Tongkonan di taruh tanduk kerbau menjadi hiasan ornamen rumah. Sisi dalam ruang atau ruangan utama di fungsikan menjadi tempat tidur serta dapur.
Tidak hanya menjadi rumah, Tongkonan juga dipakai untuk tempat menaruh mayat. Mayat penduduk Toraja umumnya di taruh di Tongkonan terlebih dulu sebelum pada akhirnya dikuburkan. Untuk mengantisipasi mayar supaya tidak bau busuk serta mengganggu bagian keluarga, mayat-mayat itu dibalsem dengan ramuan tradisional yang terbuat dari daun sirih serta getah pisang.